Rabu, 24 Agustus 2011

JALAN PANJANG MENUJU DIRI

ketika aku cari cari peneguhan kebenaran di tengah tengah belantaranya realitas.

aku tak mendapatkan apa apa, aku tak mendapatkan kokohnya pondasi peganganku, namun yang aku dapati justru pijakan yang begitu rapuh. bahkan beban yang begitu ringkih.

ketika aku cari cari kegembiranan di tengah tengah hanyutnya diriku dalam alunan gelak tawa dan semburat senyum.

namun aku tak mednapatkan apa apa yang aku cari, aku justru mednapaptkan hatiku yang berlari pada gersangnya belukar yang di penuhi ilalalng yang mengering

ketika aku mecari ketenangan dalam heningnya smilir angin yang membisu serta gelapnya malam yang beku, aku tak menemukan apapun. aku tak menemukan syhadunya hati yang renyuh akibat kesadaranku yang telah menelan lamat lamat bisu bisu serta beku beku yang kelu. aku justru menemukan jiwa yang brlari dari sombongnya kenyataan. aku menemukan diriku terseok seok oleh berbagai tatapan sinis yang menyayat uluh jiwaku.

ketika aku mecari kecukupan di tengah gemerlapnya dunia yang memancarkan cahaya. namun aku tak mendanpatkan apa apa. aku hanya mendapatkan gegelisahan akan setiap kemilau berlian yang memancar ketika cayaha menembus sekatnya.

namun di tengah ringkihnya diri ini, di tengah gersangnya jiwa ini. di tengah ketidakmampuan diri ini membaca realitas, di tengah rendahnya diri ini dari tatapan sins dunia. AKU MNMUKAN IRIKU. ya aku menemukan diriku justru ketika aku sudah tidak percaya lagi padaku, aku menemukan diriku justru ketika diriku sudah putus assa dengan diriku sendiri. aku menemukan diriku sendiri ditengah sehela nafas yang begitu mahal harganya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar